Posts

Otak Atik Singkong Bersama Dapur Nyi Omas

Image
Resmi sejak akhir tahun 2015,berdiri divisi baru Kaisa Indonesia yang mewadahi kegiatan pangan lokal. Pembentukannya didasari pemikiran bahwa panganlah yang dibutuhkan ketika bencana. Pangan jauh lebih penting dibanding pakaian dan perlengkapan hidup lainnya.
Dan tentu saja harus pangan lokal yaitu makanan yang terbuat dari hasil produksi petani Indonesia, bukan bahan makanan impor seperti tepung terigu. Karena ketika bencana iklim terjadi maka kemungkinan besar tidak aka nada lagi negara yang mampu mengimpor hasil panennya ke Indonesia. Mereka sibuk memenuhi kebutuhan warga setempat.
Salah satu hasil produksi petani Indoonesia yang amat familier adalah singkong. Ubi kayu yang bernama latin Manihot utilissima merupakan perdu yang bisa tumbuh mencapai 7 meter. Umbinya dikenal sebagai makanan pokok yang mengandung karbohidrat namun miskin protein. 
Nah, resep hasil dapur Nyi Omas kali ini tidak hanya untuk camilan di sore tapi juga bisa dijadikan brunch dan sarapan, yaitu Singkong Gulung S…

Implementasi Ekonomi Hijau dalam Kewirausahaan Sosial

Image

Biodigester, Solusi Pemanfaatan Sampah Dapur di Kota Bandung

Image

Bank Sampah, Solusi Pengumpulan Dana Masyarakat

Image
“Duh, ibu rajin sekali angkat-angkat sampah”
Kalimat satire tersebut akrab didengar pengurus Bank Sampah. Maksudnya, ih ibu kok mau sih bergaul dengan sampah, sampah kan bau dan menjijikkan. Turun derajat bu, ngurusin sampah mah.”
Tentu saja itu tafsiran bebas, walau jika mau jujur, paradigma kita terhadap sampah kan seperti itu. Sedangkannnn …….. jika para penggunjing itu tahu bahwa sampah yang dibuang sia-sia ternyata mengandung nilai yang tinggi, pastilah mereka akan terdiam.

Tulisan ini meneruskan tulisan ini, yang menyinggung tentang pembentukan bank sampah dan jutaan rupiah bisa dihimpun dalam bank sampah dengan perincian sebagai berikut:
Satu RW umumnya terdiri dari 5 – 10 RT. Satu RT terdiri dari 100 – 200 kepala keluarga (KK). Berarti 1 RW terdiri dari 500 – 1000 KK. Andaikan 500 KK (jumlah terkecil) menyetor sampah @ Rp 1.000/minggu, maka selama setahun bank sampah di RW tersebut sanggup menghimpun dana kurang lebih 52 x 500 x Rp 1.000 = Rp 26.000.000/tahun.

A…

Kisah Sukses Bank Sampah Motekar

Image