Semangat Inspiratif Blog Bambang Pamungkas dan Rheza Christian

Bepe20
Bepe20
Ketika David Tobing menggugat penggunaan lambang Garuda Pancasila dalam kostum Tim Nasional Sepakbola Indonesia, Bambang Pamungkas sebagai punggawa senior  memilih menulisJangan Renggut Lambang Garuda Itu Dari Kami untuk menunjukkan makna dan rasa bangga menggunakan seragam merah putih berlambangkan burung garuda
Juga kontroversi pemecatan Alfred Riedl dan pertemuannya dengan mantan pelatih timnas tersebut serta niat hengkangnya 7 pemain timnas. Semua terangkum dalam blognya. Tetapi yang paling banyak menyentuh pembaca sehingga dicopas di kaskus dan menjadi perbincangan di twitter adalah tulisan Sebuah Janji di Tengah Malam Yang Sunyi karena menggelorakan semangat nasionalisme.
13162869381742671435
Blog Bambang Pamungkas (bepe20.com) seolah memberi roh para pemain timnas. Roh yang memperjelas keberadaan mereka sebagai insan yang mempunyai sanubari dan bukan sekedar pion-pion yang harus bekerja atas nama profesionalisme. Gonjang-ganjing kepengurusan timnas, bongkar pasang pelatih dan perseteruan antar pendukung klub khususnya Persija tempat Bepe berlabuh dan Persib mewarnai dan terangkum dengan apiknya dalam blog tersebut.  Mendudukkan masalah pada kacamata seorang pemain sepak bola yang mendapat target untuk memenangkan setiap pertandingan sehingga mampu mengibarkan Sang Saka yang membanggakan.
Adanya blog Bepe membawa implikasi positif  yaitu mengajak  pecinta sepakbola mengikuti denyut nadi  pemain timnas yang telah berkiprah selama 11 tahun. Tetap pada jalur nasionalisme tanpa harus ikut larut dalam berita carut marut PSSI. Sayang selalu ada komentar tak sedap  yang mengatakan agar Bepe minggir karena sudah tidak berprestasi dan lebih baik Bepe menjadi penulis novel saja.
Blog lain yang menginspirasi dan menggerakkan semangat pembacanya adalah milik Rheza Christian, cowok kasep (tampan, bhs Sunda pen.) asal Bandung berumur 28 tahun yang divonis kanker. Dengan harapan memberi kekuatan Rheza memutuskan menulis di blognya gayot.posterous.com , berikut tulisannya pada kolom “about me” :
Hi! Nama saya Rheza Christian. Umur saya 28 tahun. Masih muda tp udah hrs married, kl kata  orang sih. #alah
Saya penderita kanker yang sangat langka yang disebut ASPS (Alveolar Soft Part Sarcoma).  ASPS adalah Sarcoma yg bisa tumbuh dimana saja. ASPS juga bersifat memakan tulang.
ASPS sudah menghancurkan tulang lutut kaki kanan, tulang humerus tangan kiri, tulang humerus  tangan kanan, dan tulang kerangka kepala. Hancurnya tulang tersebut membuat saya ngga  bisa berjalan, dan ngga bisa angkat tangan.
Kondisi saya sekarang sih sangat baik semenjak amputasi kaki kanan (28 Maret 2011). Badan lebih segar, dan ga pucet. Kalo dulu saya harus selalu pakai jaket karena selalu kedinginan, sekarang udah normal ga kedinginan lg. Udah bisa nyanyi juga loh.. (terakhir nyanyi di Glosis pas ada live band, sangking semangatnya gigi sampe nabrak mic.. :p). -will post the video later-
Tulisan awal di blog ini tertanggal 3 Maret 2011  ditulis sesudah Rheza melalui tahap pemahaman tentang penyakit ASPSnya yang langka dan belum ada obat untuk membunuh sel kanker tersebut sehingga Rheza harus minum obat kanker ginjal.
Rhezapun harus menjalani serangkaian pengobatan dan perawatan dengan ekses menyakitkan :
Tapi ini terlalu berat!
Yap… itu yg saya rasakan.. Terlalu berat.. Bayangin, secara jasmani saya menderita, pulang dari Singapore, saya makan obat dimana efek sampingnya cuma bisa bikin saya makan bubur TIAP HARI.. Batuk darah 2 gelas sampai akhirnya dirawat di rumah sakit, bokong lecet sampe nangis2, berdiri ga bisa kaki udah rusak, duduk bokong lecet, tidur tgn sakit, kl batuk juga destruksi tulang di tangan sakittttt banget… tiap saat begitu.. Belum lagi operasi2 yg harus saya jalani. Amputasi 2 minggu  lagi, diikuti penyedotan abses di otak, tangan kiri jg, blum tgn kanan, paru2 yg hrs dirawat, makan yg membosankan, konsumsi obat yg berefek samping harus saya konsumsi seumur hidup,dll.. BELUM lg secara pikiran dimana saya tidak bisa pergi2, nongkrong sama teman, dan bekerja. Mungkin buat kamu bisa diatasi, tapi buat saya TERLALU BERAT.
Besoknya, lagi2 kepala sakit… kali ini lebih parah! saya sampai epilepsi, kejang2, sambil teriak2 kaya yg kesurupan dan diikuti dengan lupa ingatan. Tidak percaya? Tante Sumi yg merupakan apartement room mate saya menjadi saksi (akan saya tag untuk mengkonfirmasi). Ambulans datang dan saya dirawat di Rumah sakit dan didiagnosa penyebaran tumor di otak. Saya shock.. Waduh, 4 aja blum beres tambah 1 lagi? Tambahnya jg dilokasi yg mengancam nyawa? Yah.. berusaha tegar aja deh.. Saya uda siap diangkat kok..
Tapi tulisannya tidak melulu tentang sakit tapi juga tentang kekonyolan jiwa mudanya :
Tar pipis dulu.. :D
YEEEEE malah pipis.. cepet atuhh…
Im backkkk! Apa td pertanyaannya?
Serta semangatnya untuk sembuh dan beraktivitas normal :
Amputasi? ga takut.. malah ga sabar. Kl saya diamputasi, dalam 4 bulanan mendatang saya bisa jalan lagi loh pake kaki palsu. ASYEEEKKKK! Mudah2an bisa jadi best man adikku married Agustus mendatang. Saya pengen pake jas putih, dasi tipis hitam  dan sepatu mahal jalan di hari bahagianya :D ~amiennn~
Juga  ketegarannya yang mengharukan sekaligus menimbulkan semangat pada pembacanya agar mengisi hidup dengan penuh keyakinan akan hal terbaik yang diberikan Tuhan dan kemampuan untuk mengatasinya.
Di akhir tulisannya dia menuliskan hal yang membanggakan untuk anak muda seusianya :
Kalau kamu lg di rumah, lihat keluargamu dan bersyukurlah kamu memiliki mereka. Peluk  mereka dan katakan betapa berharganya mereka dari apapun. Katakan betapa  bersyukurnya kamu memiliki mereka. Katakan sekarang karena kita tidak tahu, kapan Tuhan  akan memanggil mereka.
Kalau kamu sehat, bersyukurlah!
Kalau kamu hidup berkecukupan walau tidak bergelimpangan, bersyukurlah!
Kalau kamu masih bisa makan dan menyambung hidup, bersyukurlah!”
Banyak sekali hal yg bisa kita syukuri kan?
Rheza akhirnya menyerah dan menutup mata untuk selamanya pada tanggal 13 September 2011. Tak lupa dia berpesan agar tulisannya di share  (gayot.posterous.com lewat jejaring social. Agar siapapun yang membaca mendapat semangat baru untuk tidak mudah menyerah menghadapi batu sandungan kehidupan. Jangan mudah menyerah, jangan cengeng, itulah kesimpulan tulisan Rheza. Pesan terakhir dari seorang anak muda yang sudah melewati proses sakit berkepanjangan akibat penyakit mematikan yang belum ditemukan obatnya.
Bambang Pamungkas dan Rheza Christian memang berasal dari latar belakang berbeda. Tapi keduanya adalah anak bangsa yang bertekad memberikan manfaat melalui tulisan. Bepe menghanyutkan pembacanya pada suasana penuh persaingan sekaligus persahabatan di lingkungan pemain sepak bola. Bepe juga menggelorakan kembali semangat nasionalisme yang kian memudar. Sedangkan Rheza membangkitkan semangat hidup. Membangkitkan rasa malu akan setiap keputus asaan yang menyergap ditengah himpitan perekonomian yang memburuk.
Bepe dan Rheza mempunyai kesamaan : memberikan manfaat melalui tulisan. Tulisan abadi yang akan selalu diingat dan diteladani.**Maria Hardayanto**
13163968371840096175
Rheza Christian di blognya, selalu ceria………..

Comments

Popular posts from this blog

Perkedel Singkong Yang Yummyyyy........