Mother Teresa, Sang CEO







“Mother Teresa: The Saint”. Judul tulisan majalah Time edisi Senin 14 Juni tahun 1999. Sedangkan Bharati Mukherjee menyebut Mother Teresa termasuk 100 tokoh paling berpengaruh yang melahirkan peradaban dunia abad 20.

Terlahir dengan nama Gonxha Agnes pada 26 Agustus tahun 1910 di Skopje, Albania, Mother Teresa adalah contoh, karya dan jembatan lintas agama, suku serta golongan di India. (Time, Juni 1999). Ayahnya Nikole Bojaxhiu meninggal kala Gonxha Agnes berusia 6 tahun sehingga keuangan keluarganya sangat rapuh.

Diusianya yang ke - 18, Gonxha meninggalkan kampung halamannya, Albania menuju biara Suster Loreyo di Irlandia pada September 1928. Di biara ini, ia mendapat nama baru: Suster Maria Teresa. Pada 6 Januari 1929, Suster Teresa mendapat tugas ke Calcutta untuk melayani kaum papa, orang kusta dan orang orang terlantar di India dan dunia. 

Mother Teresa memulai misi karyanya untuk orang miskin pada tahun 1948. Ia mendapat pendidikan dasar medis di Holy Family Hospital, Patna dan bekerja di kawasan kumuh. (Clucas, 1988:39) Mother Teresa membangun sekolah di Motijhil, Kalkuta, India. (William, 2002 : 57) 

Dalam buku hariannya, Mother Teresa menulis ikhwal ketiadaan pendapatan, tidak ada pasokan dana – makanan. Tidak ada tempat meminta membuatnya merasa ragu dan ingin kembali ke kehidupan awal:
Our Lord wants me to be a free nun covered with the poverty of the cross. Today, I learned a good lesson. The poverty of the poor must be so hard for them. While looking for a home I walked and walked till my arms and legs ached. I thought how much they must ache in body   and soul, looking for a home, food and health.” (Spink, 1997:37)

Pada 7 Oktober 1950 Mother Teresa mendapat izin dari Vatican untuk mendirikan mendirikan kongregasi Missionary of Charity. (Williams, 2002:62). Yang memiliki misi melayani kaum papa, tuna wisma, tuna sandang, pasien kusta, orang buta, orang lumpuh dan orang – orang terlantar yang tidak dipedulikan masyarakat.

Tahun 2007, kongregasi ini beranggotaka  450 bruder dan 5.000 suster yang mengelola 600 karya misi, sekolah dan penampungan di 120 negara. (Poplin, 2011:97). Pada tahun 2012 tercatat ada sebanyak 4500 suster Missionary of Charity berkarya di 133 negara. 

Kongregasi ini membangun rumah dan penampungan pasien HIV/AIDS, kusta dan TBC, klinik keliling dan dispenser, program layanan anak dan keluarga, melayani sekolah dan kaum papa. Anggota kongregasi mengikuti 4 kaul utama yaitu kesucian, kemiskinan, ketaatan dan memberi “ wholehearted free service to the poorest of the poor (Muggridge, 1971: 105-113).

Ruma Bose, penulis Mother Teresa, CEO (2011) menyebut sejumlah karakter Mother Teresa sebagai CEO. “Mother Teresa is one of those humans who had a simple dream that profoundly changed our world. Her dream was helping the poorest of the poor. She began with that vision, then developed a clear plan for making it come true!”

Tahun 2003, Mother Teresa mendapat penghargaan Nobel Perdamaian dan beata “blessed Teresa of Calcutta”.
Untuk memperingati 100 tahun usia Mother Teresa, pada 28 Agustus 2010, pemerintah India merilis uang koin khusus 5 rupee, koin yang pertama kali digunakan Mother Teresa untuk melayani kaum papa dan orang kusta di India, akhir tahun 1940 (Times of India, 2010)


Pada tanggal 13 Maret 1997, memberikan jabatannya sebagai kepala ordo kepada Suster Nirmala Joshi. Ia meninggal pada tanggal 5 September 1997.
Mother  Teresa dibaringkan dalam ketenangan di Gereja St. Thomas, Calcutta selama satu minggu sebelum pemakamannya pada September 1997. Ia diberi pemakaman kenegaraan oleh pemerintah India sebagai penghargaan  atas jasanya kepada kaum miskin dari semua agama di India.[ Kematiannya ditangisi baik oleh kelompok  masyarakat sekuler dan religius. 
Dalam pidato penghargaannya , Nawaz Sharif, Perdana Menteri Pakistan mengatakan bahwa Mother Teresa adalah "seorang individu langka dan unik yang tinggal lama untuk tujuan yang lebih tinggi. Pengabdian seumur hidupnya untuk merawat orang miskin, orang sakit, dan kurang beruntung merupakan salah satu contoh pelayanan tertinggi untuk umat manusia. Mantan Sekretaris Jenderal PBB, Javier Perez de Cuellar mengatakan: "Ia adalah Pemersatu Bangsa. Ia adalah perdamaian di dunia ini.

“But more than anything else, put God’s work first and do what he wants. Then the other thins will be yours as well.”

Disadur dari (True Business -  Servas Pandur) dan






Comments

Popular posts from this blog

Perkedel Singkong Yang Yummyyyy........